Minggu, 09 Juni 2013

Afrika Pulau Jawa

Ya Afrika versi Pulau Jawa atau lebih populer disebut Africa Van Java karena di tempat ini didominasi pemandangan savana nya yang indah jadinya kita serasa seperti berada di Africa,wow banget kan??Setelah perjalanan sekitar 15 jam saya tiba di sebuah surga yang terletak di timur pulau jawa, Situbondo, Jawa Timur. Perjalanan darat selama 15 jam cukup menguras tenaga dan lumayan cukup membosankan mengingat harus terus-menerus gonta-ganti bis untuk sampai di Taman Nasional Baluran yah maklumlah budget terbatas dan harus mengakali duit yang seadanya untuk hiburan yang sepuas-puasnya hehe

Luas Taman Nasional Baluran ini sekitar 25.000 Ha yang cukup untuk membikin dengkul dan betis kita meledak kalo mau mengeksplorasi Taman Nasional Baluran ini secara keseluruhan tapi yah ga mungkin lah kita eksplor semua sudut dari Taman Nasional Baluran ini,ada beberapa spot-spot menarik yang recommended untuk kita kunjungi atau sekeder numpang bikin foto yang ciamik di spot-spot ini :D

Taman Nasional Baluran mempunyai ciri khas yang cukup unik dari berbagai macam Taman Nasional yang ada di seluruh Indonesia yaitu padang savana nya yang menarik dan mendominasi Taman Nasional ini pada umumnya. Spot padang savana yang terkenal di Taman Nasional Baluran adalah savana Bekol yang di savana ini banyak berkeliaran burung-burung yang cantik berkeliaran di savana ini untuk sekedar mencari makan maupun bercengkrama dengan kawan-kawan sesama jenisnya dengan belatarkan gunung baluran yang termasuk kawasan inti di Taman Nasional Baluran yang orang biasa tidak boleh memasuki kawasan ini, hanya untuk penjaga hutan ataupun yang memiliki izin khusus seperti untuk keperluan penelitian. Savana Bekol ini merupakan surga bagi pecinta alam, wild photographer, maupun landscape photographer dan juga untuk pecinta safari malam yang ingin melihat kehidupan para satwa-satwa liar di tempat ini. Dan juga Taman Nasional Baluran mempunyai spot 2 yang disebut Pantai Bama yang cukup di rekomendasikan untuk leyeh-leyeh disini dan juga terdapat penginapan disini.



Pos Perizinan Taman Nasional Baluran

Nah kalo untuk perizinan wisatawan lokal cukup mengeluarkan uang Rp 2.500 dan untuk mancanegara dikenakan biaya tiket lebih mahal yaitu Rp 20.000. Sedangkan untuk penginapan cukup bervariasi mulai dari Rp 35.000 - Rp 300.000 yang tentunya kami mengambil penginapan yang murah yaitu Rp 35.000 per orang mengingat kami harus melakukan perjalanan dengan cara low budget tp penginapan untuk seharga itu cukup nyaman kok untuk dijadikan tempat bermalam mengingat di tempat ini dilarang untuk mendirikan tenda dan kami harus menggunakan fasilitas yang disediakan oleh Taman Nasional Baluran ini padahal awalnya kita sudah prepare bawa tenda biar lebih enak untuk nikmati safari malam sambil nonton hewan-hewan mondar-mandir di depan kita. Tapi untuk menikmati safari malam harus benar-benar dalam keadaan tidak ada cahaya soalnya hewan-hewan di sini bakalan takut untuk beraktifitas kalo ngeliat adanya cahaya yang ke arah mereka,seru banget kan?

Untuk menuju ke Savana Bekol (Spot 1) yang merupakan spot sejuta umat para pengunjung yang ke tempat ini kita harus melalui hutan sejauh 12km yang bisa ditempuh menggunakan kendaraan pribadi ataupun ojek, Tidak terlalu disarankan menggunakan kaki karena cukup jauh,12 km booo hehe. Untuk sewa motor dikenakan biaya Rp 30.000 per orang sekali jalan, kalo mau hemat lebih baik sewa motor dengan biaya Rp 100.000 per sepeda motor sudah termasuk bensin sepuasnya untuk seharian penuh mengeksplor Taman Nasional Baluran ini,asik kan?


Jalan ke Bekol

Penginapan

Sepeda sewaan :D

Penginapan juga
Untuk Spot 2 (Pantai Bama) berjarak 3km dari savana bekol ini. Di pantai ini juga terdapat penginapan yang tersedia untuk para traveler jika ingin leyeh-leyeh di Pantai ini dan juga bisa snorkeling atau naik glass boat bagi yang menginginkan. Biaya untuk menyewa alat snorkeling adalah Rp 30.000 untuk 1 orang, Rp 350.000 untuk glass boat yang saya kira harga sekian cukup masuk awal untuk ditawarkan kepada para wisatawan. Oh ya mengingat keperluan penginapan di Taman Nasional Baluran tidak dibuat untuk komersil secara luas, jadinya penginapan di Taman Nasional Baluran sangat sedikit jadinya harus membooking jauh-jauh hari takutnya sudah penuh terbooking tapi untungnya saya dadakan ke tempat ini dan pas banget dapet 1 kamar kosong (Tuhan memang selalu bersama para petualang -quote bijak dari saya pada saat itu hehehe)








j


ini Bama nya


Ya itulah deh kira-kira yang bisa saya share untuk para pecinta kelayapan dan semoga tulisan diatas bisa membantu para pecinta kelayapan untuk lebih mengeksplorasi kekayaan negeri kita yang indah ini, dan biar kita lebih cinta sama negeri kita yang indah ini. Cheers

Jumat, 12 April 2013

Bagaimana caranya ke Bromo?

Golden Sunrise

Untuk kali ini saya cuma mau share gimana caranya untuk mencapai Bromo yang terkenal dengan sunrisenya yang indah dan tentunya hal tersebut sudah mendunia.

Transportasi udara :
Ketika sampai di Bandara Juanda apilihlah bus Damri kearah terminal bus Bungurasih Surabaya. Kemudian setelah itu carilah bus jurusan Jember atau Banyuwangi. Katakan kepada Kondektur, bahwa Anda ingin turun di Probolinggo. Ketika sampai di Terminal Probolinggo, lanjut angkutan desa ke jurusan Kecamatan Ngadisari, biayanya sekitar 25 ribu rupiah.
.
Transportasi dengan kereta api :
Anda bisa naik kereta api eksekutif Agro Angrek atau kereta api ekonomi non-AC Gaya Baru sampai Surabaya. Dari Stasiun Kereta Api Gubeng, Surabaya, dilanjutkan Kereta Api Mutiara Timur jurusan Surabaya-Banyuwangi yang berangkat pukul 09.00 WIB setiap harinya. Lanjutkan dengan membeli tiket sampai Stasiun Probolinggo. Dari Stasiun Probolinggo bisa naik angkutan kota ke Terminal Bus Probolinggo untuk ganti angkutan desa ke Kecamatan Ngadisari, kota terakhir sebelum ke Gunung Bromo. Apabila ingin naik bus eksekutif langsung ke Probolinggo, ada pilihan beberapa bus eksekutif di Terminal Bus Lebakbulus Jakarta jurusan Jember atau Banyuwangi. Anda cukup beli tiket jurusan Jakarta-Probolinggo saja.

Di Kecamatan Ngadisari banyak pilihan tempat menginap. Bisa di hotel atau rumah-rumah penduduk yang sekamar hanya 100 hingga 200 ribu rupiah saja. Urusan perut tak perlu khawatir. Ada banyak warung-warung makanan yang menjual minuman dan makanan panas untuk mengurangi dinginnya udara Gunung Bromo.

Untuk melihat matahari terbit ke Gunung Bromo lokasinya berada di Penanjakan. Anda perlu menyewa mobil jip hardtop untuk mengantar Anda menyeberangi lautan pasir. Harga sewa sekitar 300 hingga 400 ribu rupiah per mobil.

Untuk sewa mobil ini Anda bisa patungan dengan beberapa wisatawan. Satu mobil cukup untuk tujuh orang. Anda harus sudah memesan mobil jip ini pada malam hari. Pemilik hotel jam 03.00 WIB akan membangunkan Anda untuk berangkat melihat matahari terbit. Supir jip disini sangat mahir menyetir mobilnya di lautan pasir yang gelap.
 


Warung Makan Atap Indonesia



Warung makan adalah suatu tempat dimana kita bisa membeli makanan jadi yang kita inginkan atau hanya sekedar mengisi sedikit kekosongan lambung di perut kita setelah beraktivitas sehari-hari. Tapi bagaimana jika warung ini terletak di ketinggian lebih dari 3000 mdpl? Kita akan menyantap makanan pilihan kita dengan sensasi yang berbeda tentunya, dengan kabut yang tipis, udara yang dingin dan segar, rimbunan pohon-pohon berwarna hijau, maupun kicauan burung-burung yang terbang diatas kepala kita sembari bercanda gurau dengan kerabat kita.

Pintu masuk Mbok Yem
Menu makanan yang dihidangkan tidak sekomplit menu-menu warung makan di kota-kota besar,hanya nasi telor, nasi pecel,  mie rebus maupun mie goreng. Jadi jangan dibayangkan seperti rumah makan di kota-kota besar pada umumnya yang menyuguhkan hidangan-hidangan yang istimewa. Sebenarnya tujuan didirikan warung makan yang berlokasi di salah satu atap Indonesia, Gunung Lawu, yang berlokasi di Jawa Timur ini untuk membantu para pendaki maupun traveler yang kelaparan maupun kedinginan. Warung Makan yang terkenal dengan sebutan “Mbok Yem” ini tidak hanya menyuguhkan hidangan-hidangan untuk para pendaki maupun traveler yang plesiran ke Gunung Lawu melainkan juga menyediakan tempat istirahat maupun tempat bermalam yang menyatu dengan dapur serta warungnya dengan dekorasi yang sangat sederhana, rumah panggung rendah beralaskan tikar dan tentunya tidak dipungut biaya sama sekali. Jadi untuk kita yang tidak membawa tenda sebagai perlengkapan mendaki kita bisa menumpang untuk tidur dan beristirahat di warung ini yang tentunya mempunyai tempat untuk beristirahat yang cukup luas untuk para pendaki maupun traveler.

Nama warung “Mbok Yem” ini sendiri diambil dari nama pemilik warung ini sendiri, yaitu Mbok Yem dan tentunya warung ini sangat legendaris diantara para pendaki maupun para traveler. Yang dimana Mbok Yem ini tinggal sudah lama tinggal di Gunung ini dibantu oleh anaknya beliau sendiri yang memasok bahan-bahan makanan dan keperluan lain warung ini. Serta warung ini juga membantu member informasi tentang keadaan di Gunung Lawu jika terjadi hujan badai, maupun kebakaran hutan kepada penjaga hutan.

Beranikah anda untuk mencoba sensasi menyantap makan siang maupun malam anda di salah satu warung di atap Indonesia ini dengan ditemani kicauan burung serta kabut tipis?

Kolam Puncak Abadi Para Dewa



View dari atas

 
Hati-hati jangan tertipu dulu sama judulnya. Kolam ini letaknya di pelosok gunung yang dikenal sebagai gunung yang mempunyai puncak abadi para dewa, Gunung Semeru, Lumajang. Adanya kola mini tidak sengaja dibangun sama warga sekitar maupun para pendaki yang dengan niat mereka punya fantasi mandi-mandi di tengah gunung sampai mereka bela-belain bawa batako, semen, pasir dan lain-lain untuk bangun kolam ini, tapi kolam ini sengaja dibuat dari Tuhan Yang Maha Esa untuk para pendaki mau traveler yang hanya sekedar melepas kepenatan maupun menimati sensasi tidur di bawah lapisan kabut yang tipis.

Sekali lagi jangan membayangkan ini kolam beneran yah yang punya prosotan, pancuran air, maupun bebek-bebekan di tengah kolam. Tapi kolam ini lebih dahsyat, lebih menggelegar, lebih cetar membahana. Kenapa lebih cetar membahana? Karena di kolam ini disajikan air dalam volume yang besar yang terhampar di tengah pegunungan dengan lapisan kabut tipis diatasnya, udara sejuk bagi siapapun manusia yang berasa disana akan berdecak kagum keheranan akan kolam buatan Tuhan Yang Maha Esa ini dimana di pinggiran kolam ini ditata dengan rapi pohon-pohon cemara yang cantik nan menjulang tinggi.

View dari sisi lain
Ya, Danau Ranu Kumbolo. Itulah nama sebenarnya kolam yang berada di gunung para dewa ini. Nama ini sudah tidak asing lagi di dunia para pendaki maupun traveler karena pesona keindahannya yang magis dan menghipnotis para manusia yang melihat danau ini. Bayangkan aja apa yang bisa kita lakukan di tempat ini selama minimal 1 malam saja? Kita bisa menikmati lukisan alam dari sang pencipta sambil menikmati secangkir kopi sembari bersenda gurau dengan kerabat, atau ada yang suka memancing?jangan kuatir karena di danau ini pun tersedia ikan yang cukup melimpah yang bisa kita jadikan sebagai santapan makan malam kita ditemani pantulan sinar bulan yang menunjukkan cantiknya di air danau yang tenang ini.
Trek menuju lokasi

“Jauh ya akses ke dalam nya?” Ga jauh kok kira-kira 4-5 jam trekking tapi habis itu terbayarkan semua cucuran keringat kita. Tapi males ni pikul barang-barang kita dsana? Ga usah takut bagi kalian yang misalnya tidak punya fisik yang kuat karena di pintu gerbang masuk Gunung Semeru disediakan porter yang bisa membantu kalian membawa barang-barang bawaan kalian biar jalannya lebih enteng gitu, tinggal modal dengkul sama betis aja,enak kan? Dah gitu porter tadi bisa membantu kalian untuk membangun tenda, maupun menyiapkan api unggun untuk kalian jika kalian punya budget yang cukup dan ga mau repot nantinya.

Cuma ada 1 pesan untuk kalian yang berniat mengunjungi tempat ini. Jangan mengotori tempat ini generasi-generasi kita selanjutnya tetap bisa menikmati asrinya tempat ini sampai waktu kadaluarsa bumi ini berputar telah habis. Dan pastinya jangan lupa sampah-sampahnya dibawa turun ya biar kolam di puncak abadi para dewa ini tidak tercemar.

Rabu, 12 Desember 2012

Resto "rakyat" lawas



Wisata kuliner bisa jadi suatu hal yang penting bagi para turis, traveler, maupun penggila kuliner yang akan mengunjungi suatu kota. Tentunya niat seseorang datang ke suatu Kota ingin menemukan suatu hidangan spesial yang dimana tidak mereka temukan di kota asalnya yang jarang sekali mereka santap, hidangan yang unik, serta hidangan khas yang bisa menceritakan khas tentang kota yang mereka datangi.

Kota Solo yang berada di Jawa Tengah atau akrab disebut dengan kota budaya adalah salah satu kota yang selalu bisa memuaskan para penggila kuliner yang khusus berkunjung di kota ini maupun penggila kuliner yang berada  di kota tersebut. Para penggila kuliner  tersebut selalu meng-update info-info terbaru tentang  kuliner di kota ini. Mulai dari hidangan  “kelas rakyat” maupun hidangan “kelas konglomerat”.

Malam yang dingin telah tiba, kepenatan sudah memenuhi isi kepala, akhir pekan pun datang bersamaan dengan naluri saya untuk menemukan tempat kuliner baru pun menyala. Malam itu saya menghubungi teman saya untuk mengajaknya nongkrong, ngopi-ngopi, atau sekedar berbincang – bincang sekaligus menghilangkan kepenatan setelah seminggu penuh beraktifitas. Teman saya pun menyetujui ajakan saya untuk nongkrong atau sekedar ngopi-ngopi. Terlintas di pikiran teman saya tersebut untuk mereferensikan suatu tempat nongkrong yang cozy, unik, dengan desain interior yang bertemakan jawa lawas. Spontan saja saya menyetujui saran teman saya tersebut untuk nongkrong di tempat yang bernama Wedangan Pendhopo dimana malam itu juga saya kedatangan teman dari Jakarta yang kebetulan akan saya ajak untuk nongkrong di tempat itu.

Makanan yang disajikan disana persis seperti makanan yang dihidangkan pada hik pada umumnya. Hik adalah kepanjangan dari hidangan istimewa kampung yang biasanya mereka berdagang dengan gerobak di pinggir jalan kota solo. Cuma Wedangan Pendhopo menyajikannya dengan konsep berbeda yaitu konsep jajanan kampong dengan suasana tempat bertemakan jawa lawas yang tentunya memberikan kesan tersendiri bagi para tamu serta membuat para tamu menjadi betah untuk lama – lama bersantai di tempat ini. Semoga Wedangan Pendhopo ini bisa menjadi salah satu tujuan kuliner kita diakhir pekan bersama keluarga atau teman – teman atau hanya untuk sekedar nongkrong atau ngopi – ngopi.

Kamis, 07 Juni 2012

Cave Tubing sensasi merinding

Petualangan dunia lain di perut bumi memang menyajikan cerita tersendiri bagi tiap-tiap petualangnya. Saya diajak untuk mengintip kehidupan lain yang berada di bumi tempat kita berpijak ini. Di atmosfir Gua ini kita disajikan pemandangan aliran sungai bawah tanah untuk menjelajahi kemisteriusan Gua yang berada di Bejiharjo, Karangmojo.

Berpetualang hanya beralaskan ban bekas kendaraan bermotor, life vest dan senter membuat diri semakin terpacu dalam penjelajahan ini. Mengikuti arus sungai dengan keheningan dan perasaan merinding, bertanya - tanya apa yang akan muncul di depan kita. Selama penjelajahan ini saya disuguhi oleh ribuan tatap mata dan kepakan sayap binatang malam yang mengilhami toko fiksi "Batman", stalaktit dan stalakmit yang menjulang dengan kokohnya serta terbentuk secara alami yang tumbuh dari dasar sungai maupun atap gua, dan tetesan air yang keluar dari rembesan stalaktit.


Gua ini terbagi menjadi tiga bagian: bagian terang, remang - remang dan gelap abadi. Pada bagian terang dan remang - remang saya masih bisa memandang keindahan alam di perut bumi dengan leluasa, dengan mata telanjang tentunya. Memasuki gerbang bagian gelap abadi, mata saya hanya bisa melihat dengan bantuan sorotan cahaya senter, menikmati keindahan Gua ini dengan cara yang berbeda yaitu bertualang dengan sorotan  cahaya yang terangnya tidak sama dengan terangnya cahaya di kamar saya.

 40-45 menit adalah waktu petualangan saya di Gua ini mulai dari garis start sampai finish di Gua tersebut. Sebelum mencapai garis finish kita dihadapkan lagi dengan keindahan tempat ini. Atap Gua yang "berlubang" ini mengantarkan seberkas sinar matahari yang menusuk ke permukaan sungai yang menimbulkan decak kagum bagi petualang yang melihat momen ini sambil terjun bebas ke aliran sungai melalui karang di sekitar sungai.